(Sebuah Telaah Kritis Mengungkap Pentingnya Ilmu Pengetahuan Bagi Generasi Muda)
Oleh : Muh Azrul Marsaoly
(Kader HMI Kom. FKIP Unkhair Ternate)
Potret perjalanan ilmu pengetahuan adalah sebuah ilustrasi yang harus di ungkap dan dijadikan diskursus (wacana) dalam menghadapi rentetan problematika yang menjadi tantangan kita secara bersama (generasi muda) dalam menjalankan aktifitas kehidupan. Ilmu pengetahuan atau dalam istilah ilmiahnya kerap disebut sains merupakan satu kebutuhan vital yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda yang senantiasa berpikir progres (Homo Sapiens). Sebab, ilmu pengetahuan adalah disiplin ilmu yang dapat memberikan satu kreatifitas berpikir seseorang dalam laku kesehariannya. Hal ini mengindikasikan bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam meneropong dan memproyeksi maraknya arus globalisasi yang terjadi saat ini.
Dalam menapaki perjalanan ilmu pengetahuan tentu tidak terlepas dari pemikiran kritis para tokoh yang senantiasa memberikan konstribusi gagasan yang dijadikan sebagai acuan dalam ilmu pengetahuan. Beragam teori yang dikemukakan para tokoh tentang ilmu pengetahuan acapkali dijadikan sebagai landasan argumentasi dalam mengawali dan membendung derasnya arus globalisasi.Namun ironinya, seiring dengan berjalannya waktu yang begitu pesat, potret kehidupan saat ini tidak lagi menjadikan ilmu pengetahuan (kecerdasan) sebagai energi dan kekuatan dalam menghadapi globalisasi. Melainkan peran ilmu pengetahuan yang dahulunya menjadi suatu konsepsi dan proyeksi dalam menjawab maraknya keterpurukan suatu realitas globalisasi, kini tidak lagi dijadikan sebagai langkah preventif (mencegah) dalam menjawab fenomena yang kian mengkooptasi cara berpikir generasi muda, sehingga tidak lagi memandang ilmu pengetahuan sebagai rujukan dalam menyelesaikan problem global yang semakin mencekam.
Sejalan dengan perkembangan globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan seharusnya dijadikan sebagai dalih dalam menjawab dan menghadapi terkikisnya laku sosial generasi muda yang kian mengalami degradasi. Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan tersebut maka diperlukan adanya konsentrasi terhadap ilmu pengetahuan sebagai langkah preventif tergerusnya generasi muda dalam pengaruh globalisasi. Hemat kata, globalisasi saat ini merupakan tantangan besar generasi muda dalam menghadapi terkikisnya moralitas yang mengakibatkan kurangnya hubungan laku sosial sesama generasi muda.. Ilmu pengetahuan dalam kacamata sosial juga memiliki peran serta sebagai wahana dalam penyelesaian konflik yang bersentuhan langsung dengan perilaku sosial masyarakat maupun generasi muda saat ini, peranan ilmu pengetahuan dalam tatanan sosial yang kerap terjadinya konflik Vesteds In Terst (Kepentingan) adalah membentuk pola pikir masyarakat untuk memahami ragam kepentingan (beda pendapat) sebagai suatu hal yang lazim dalam berdemokrasi di tengah-tengah mendominasinya arus globalisasi. Realitas telah menjawab bahwa ada beragam perilaku sosial generasi muda yang sedang mengalami ketimpangan, baik sikap tidak saling menghargai (etika), dan ketidakpeduliaan (inggubrisitas) terhadap kepentingan umum (kepentingan masyarakat). Hal demikian di akibatkan lemahnya kepeduliaan generasi muda terhadap problem yang menimpa (arus globalisasi), sehingga kaum muda yang seharusnya tidak mudah terkooptasi dengan hal-hal yang bersifat hedonistik kini menjadi bahan konsumtif dalam setiap laku kehidupan.
Derasnya globalisasi saat ini memberi efek negatif terhadap generasi muda yang menjalankan rutinitas sebagai kaum muda yang kerap dikenal sebagai taring revolusioner dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Dengan derasnya arus globalisasi tersebut kini generasi muda tidak lagi memperioritaskan ilmu pengetahuan (kecerdasan) sebagai corak pembaharu dalam membuat satu kreatifitas eksotis di era postmodernisme saat ini, melainkan teknologi (gadged) yang menjadi tranding topik dalam membuat kreatifitas. Ilmu pengetahuan yang konon katanya sebagai cahaya dalam kehidupan pun telah sirna, di akibatkan maraknya globalisasi yang mencoba mempengaruhi kaum muda dalam suatu jebakan konspirasi. Upaya konspirasi dalam globalisasi tentu tidak lain adalah mencoba menggiring seluruh generasi muda dalam realitas global yang telah teraktualisasi secara persuasif, bahkan secara realitas generasi muda telah berada pada satu titik ambang kritis moralitas yang di akibatkan pesatnya pengaruh globalisasi di negri ini. Lantas, apa yang harus di lakukan oleh generasi muda dalam mengembalikan kiprahnya sebagai taring revolusioner dalam menghadapi serta membijaki persoalan global yang semakin bergejolak dalam tatanan kehidupan generasi muda saat ini. Salahsatu upaya untuk generasi muda tetap berada pada kiprahnya sebagai taring revolusioner adalah mampu mengeliminasi persoalan-persoalan arus global yang kini menjadi virus dalam aktifitas kesehariannya, hal demikian tentu menjadi tanggung jawab kita bersama secara kolektif dalam menjawab dan menghadapi zaman mutakhir yang ditandai dengan penuhnya beragam teknologi sehingga mengakibatkan generasi muda tidak lagi menggunakan kecerdasan (Intelectual) nya, dalam membuat suatu kreatifitas sesuai dengan potensinya, melainkan dengan bantuan teknologi (gadget) yang menjadi miniatur untuk membuat satu kreatifitas. Dalam menjawab problematika yang secara kasat mata mampu memberi dampak negatif terhadap generasi muda saat ini, merupakan tanggung jawab kita dalam menjaga moralitas generasi muda yang di pengaruhi oleh maraknya globalisasi. Olehnya itu, untuk tetap menjaga marwah generasi muda di tengah-tengah merosotnya kehidupan ini adalah membangun suatu lintas komunikasi antara beragam generasi muda indonesia untuk tidak serta merta terkooptasi (terpengaruh) dengan pengaruh globalisasi.
Fenomena tersebut merupakan langkah awal dalam berperannya Ilmu pengetahuan di tengah-tengah kehidupan yang mengalami hiruk pikuk maraknya globalisasi yang kerap dijadikan sebagai bahan konsumtif generasi muda hendak melakukan aktifitas keseharian. Sejalan dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, sudah barang tentu generasi muda harus mengambil peran penting di tengah-tengah maraknya globalisasi serta mampu tampil di garda terdepan dalam menjawab tantangan zaman yang menjadi cikal bakal dalam munculnya degradasi kehidupan.
Maraknya globalisasi tersebut kerap menjadikan generasi muda yang secara realitas mampu menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban menjadi nilai-nilai kebiadaban, sehingga laku yang senantiasa di pertontonkan generasi muda saat ini tidak lagi sesuai dengan fitrahnya dalam menjalankan aktifitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dalam diskursus (wacana) ini mestinya generasi muda saat ini hendak lebih jelih dan bertanggung jawab menghadapi derasnyaglobalisasi agar tidak mudah terhipnotis dengan eloknya arus globalisasi saat ini.
Hal demikian menjadi pelajaran dan tantangan sebagai generasi muda yang konon katanya juga merupakan penyambung estafet reformasi. Namun kini tidak lagi menjadi tonggak reformasi melainkan sebagai biang keladi atas menurunnya reputasi kaum muda di republik ini akibat lemahnya generasi muda dalam megatasi problem yang senantiasa mempengaruhi serta melemahkan ruang gerak generasi muda.
Harapan penulis di tengah-tengah maraknya arus globalisasi ini adalah generasi muda semestinya senantiasa memberikan pemahaman kepada sesama generasi muda dan khalayak masyarakat agar tidak mudah tergerus dan terhipnotis dengan keelokan arus globalisasi yang kian mencekam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar